ASSALAMUALAIKUM
ARAH LANGKAHAN
.
Borong kuini duku dan langsat,
sumandak mahu nona bertanya,
digesa patih, keluh menggetis;
di lorong ini aku tersesat,
tidak kutahu mana arahnya,
terasa letih peluh menitis.
.
Bertingkah guntur gegar kawasan,
meramu ikan tenggalan kering,
leka berdiang mengisi masa;
langkah kuatur tegar dugaan,
bertemu rakan jalan seiring,
berbeka riang berkongsi rasa.
.
Serdang dielak karau selada,
jala ketuka mengerling bujuk,
berulam jaha rasanya pahit;
kadang bergelak bergurau senda,
kala berduka saling memujuk,
di dalam graha ruangnya sempit.

Indahnya bait puisi tradisional ini! Tersesat dan penat, tapi bila ada teman seiring, dugaan terasa makin ringan.
ReplyDeletetksh syaz puisi tradisi mmg indah
DeletePelan2 saya baca puisi ini utk bisa paham maknanya. Yg puisi pertama terbayang saat saya sesat sendirian di Bangkok, tas berisi uang dan hp dipegang oleh teman saya. Betul2 tak ada 1 pun utk menghubungi mereka 😅😅.
ReplyDeleteTp bantuan ada, dari bhiksu Thailand yg masih muda. Dia yg bantu saya mencari teman saya . Yg akhirnya bisa ketemu .tak putus saya doakan bhiksu itu utk selalu bahagia.
Ada makna tersirat, alhamdulillah, dibaca
ReplyDelete