Showing posts with label SEDIKIT ULASAN BUKU. Show all posts
Showing posts with label SEDIKIT ULASAN BUKU. Show all posts

Wednesday, 4 November 2026

BAIT BAIT YANG TAK TERUNGKAP

 ASSALAMUALAIKUM



Alhamdulillah BAIT BAIT YANG TAK TERUNGKAP, antologi terbaru Akademi SPTA selamat kepenerimaan kakpidah kiriman Sifu Tabir Alam. Terima kasih banyak Sifu. Antologi terbitan Akademi SPTA ini merupakan 105 puisi daripada 28 genre karya 35 penulis Akademi SPTA. 3 puisi setiap penulis dipilih daripada grup GRAHA KARYA @Facebook. Antara puisinya, syair, limerick, dukotu saduka, haiku, kuatrin, sajak, akrostik, rondel, sajadah, terza rima, syair, terset, tipografi puisi berima, pantun, waka, tanka, pantun berkat, madah, konkrit, haibun, prosa, tautogram, nazam, palindrom, soneta, gurindam, trikata, puisi grid. Terima kasih banyak Sifu kesudiannya. Tiga puisi kakpidah terselit dalam antalogi ini;

1. Dukotu | SEGARA HIDUP
2. Eksperimen | LANGIT MURAM
3. Pantun | RINDU KEKASIH

Tahniah semua karyawan puisi terlibat
Tahniah Sifu Tabir Alam selaku penyelenggara dan penerbitnya.
Sekiranya ingin memiliki antologi ini sila hubungi penulisnya atau penerbitnya. Harganya sederhana dan mampu milik

SENARAI KARYA PENULIS TERLIBAT
-------------------
[01] Abdul Aziz Ali
1. Sajak | BANGKITLAH ANAKKU - (02/09/26)
2. Sajak | KITA SESAMA MANUSIA - (04/09/26)
3. Sajak | NADI API NUSANTARA - (08/09/26)
-----
[02] Ana Cik Kamal
1. Kuatrin | PILIHAN RAYA - (04/07/26)
2. Pantun | KESANTUNAN BAHASA - (31/08/26)
3. Saduka | ANAK DARA - (21/08/26)
-----
[03] Bayu Pagi
1. Akrostik | TANAH MELAYU - (30/07/26)
2. Sajak | BENCI TAPI RINDU - (27/07/26)
3. Sajak | MELAYU - (27/07/26)
-----
[04] Citranalis
1. Saduka | DUKA GAZA - (07/09/26)
2. Soneta | SENANDUNG SONETA - (11/09/26)
3. Sonian | CERITERA MERDEKA - (05/09/26)
-----
[05] CT Nurza
1. Sajak | DESTINASI USIA - (25/07/26)
2. Sajak | EGO YANG PUDAR - (25/07/26)
3. Sajak | TARIAN PENTAS PERPADUAN - (31/08/26)
-----
[06] Dewi KuYah
1. Sajak | KERANA JUDI - (04/09/26)
2. Sajak | KONSPIRASI HIPOKRASI - (05/09/26)
3. Sajak | SIRNA MERAH DI CELAH AWAN - (04/09/26)
-----
[07] Dewi Sukma
1. Limerik | BERITA PALSU - (11/09/26)
2. Palindrom | TIGA TAHUN BERLEPAS PERGI (31/08/26)
3. Sajak | TSUNAMI DI HIMALAYA - (26/08/26)
-----
[08] Hajar Sharif
1. Rondel | HIKAYAT CINTA POHON BERINGIN - (13/07/26)
2. Sajak | DUKHAN - KETIKA LANGIT MENYINGKAP AZAB - (22/08/26)
3. Tautogram | ANAK - (04/07/26)
-----
[09] Hamimah Ibrahim
1. Sajak | AKU TAHU - (17/08/26)
2. Sonian | CEMAR UDARA - (08/09/26)
3. Trikata | POHON KENANGAN BONDA - (27/07/26)
-----
[10] Jamal A. Majid
1. Seloka | KEMPEN PILIHAN RAYA - (31/07/26)
2. Sajak | METAMORFOSIS HOMO SAPIEN - (07/07/26)
3. Sajak | TAMIM DAHRI ABDUL RAZAK - (30/08/26)
-----
[11] Kamarliehudie NS
1. Sajak| RINDU ITU MEMBUNUH JIWAKU - (27/07/26)
2. Sajak | TIADA LAGI KEDAMAIAN - (24/08/26)
3. Sonian | CERITA SEMALAM - (19/08/26)
-----
[12] Kassim Hj Buntak
1. Sajak | DARI PANDANGAN MATA - (07/09/26)
2. Sajak | TAHNIAH CUCUKU EFFA - (09/07/26)
3. Sajak | MARAH - (12/08/26)
-----
[13] Lanz Linked
1. Puisi Grid | SI BADUT TUA - (06/09/26)
2. Rondel | RONDEL BUAT KEKASIH - (06/09/26)
3. Sajak | ZIONIS SI PENGECUT - (07/09/26)
-----
[14] Nasrul Isyam
1. Sajak | CINTAKU TERTINGGAL DI BATAM - 9 05/09/26)
2. Sajak | HEMBUSAN BAYU PAGI - (07/09/26)
3. Sajak | TULIS, HANTAR DAN LUPA - (11/07/26)
-----
[15] Nazim MS
1. Gurindam | TERGODA - (10/07/26)
2. Nazam | NUSA TERCINTA - (05/09/26)
3. Sajak | SEKEPING KERTAS UNDI - (11/07/26)
-----
[16] Noorlaila Ghafar
1. Akrostik | TIGA PULUH SATU OGOS - (20/08/26)
2. Sajak | DUA BINTANG DI LANGIT HATI - (08/08/26)
3. Sajak | SECAWAN KOPI MERDEKA - (08/08/26)
-----
[17] Nurul Ismail
1. Sajak | ANDAINYA - (03/09/26)
2. Sajak | CINTA - (04/09/26)
3. Sajak | KATA - (25/07/26)
------
[18] Onn Abdullah
1. Sajak | DENGAN CINTA - (02/08/26)
2. Sajak | MENCARI PINTU KEBENARAN - (01/07/26)
3. Sajak | PELAMIN RINDU - (28/07/26)
-----
[19] Oui Bin Sal
1. Akrostik | ENAM PULUH SEMBILAN TAHUN - (23/08/26)
2. Sajak | SEGELAS AIR - (17/08/26)
3. Sajak | SELIMUT - (17/08/26)
-----
[20] Pak Ngah
1. Gurindam | SEDAR - (01/07/26)
2. Pantun Berkait | INDAH PEKERTI - (10/09/26)
3. Saduka | BILA RINDU - (23/07/26)
-----
[21] Paridah Ishak
4. Dukotu | SEGARA HIDUP - (13/07/26)
5. Eksperimen | LANGIT MURAM - (07/09/26)
6. Pantun | RINDU KEKASIH - (09/08/26)
-----
[22] Ramlee Jalimin Jainin
1. Sajak | API KEMERDEKAAN DI DADA BANGSA (31/08/26)
2. Sajak | KARTOGRAFI SEBUAH RINDU - (18/09/26)
3. Sajak | SENJA YANG PULANG - (14/09/26)
-----
[23] Rosnani Abdullah
1. Sajak | CUCUNDA - (20/08/26)
2. Sajak | HENING SEPENGGAL MALAM - (02/07/26)
3. Sajak | RASULULLAH SAW
-----
[24] Rozeline Vitalis
1. Sajak | FAJAR MERDEKA - (01/09/26)
2. Sajak | KEDAMAIAN HATI - (05/09/26)
3. Sajak | UMPAMA MIMPI DALAM MIMPI - (05/09/26)
-----
[25] Sabariah Eda
1. Sajak | MEMAKNAI SEBUAH KEMERDEKAAN - (05/09/26)
2. Sajak | SEBUNGKAH HARAPAN SELAUTAN KASIH - (04/09/26)
3. Sonian | JASA GURU - (14/09/26)
-----
[26] Sabariah Ros
1. Sajak | ANDAI ITU YANG TERBAIK - (27/07/26)
2. Sajak | DI SEBALIK WAJAH - (24/07/26)
3. Sajak | HANYA DIA - (14/07/26)
-----
[27] Salmah Amir
1. Soneta | SELAMAT TINGGAL RAJA MARIAM - (10/08/26)
2. Soneta | YAKIN - (06/07/26)
3. Syair | CAHAYA MAULIDUR RASUL - (23/08/26)
-----
[28] Seti Zaleha
1. Saduka | PASTI RINDU - (23/07/26)
2. Sajak | HILANG ARAH - (22/07/26)
3. Sajak }KECUNDANG AKHIRNYA - (19/07/26)
-----
[29] Sitihajar Shasha
1. Sajak | DAUN DAUN GUGUR - (31/07/26)
2. Sajak | DI TITIK DIAM - (13/09/26)
3. Sajak | MASIH ADAKAH? - (19/07/26)
-----
[30] Siti Norma
1. Sajak | ANGANKU - (05/09/26)
2. Sajak | CERITA KOPI - (05/09/26)
3. Sajak | IRAMA HATI - (15/08/26)
-----
[31] Syidah Ida
1. Konkrit } AIR MATA - (15/08/26)
2. Rondel | HANYALAH DOA - (06/07/26)
3. Sajadah } SUSAH SENANG - (25/07/26)
-----
[32] TabirAlam
1. Madah | KEMANUSIAAN - (05/09/26)
2. Terset | MAULIDUR RASUL - (21/08/26)
3. Tipografi | KEGANASAN - (05/09/26)
-----
[33] Yahti Hayati
1. Puisi Berima | HANYA YANG TINGGAL - (06/08/26)
2. Seloka | PALSU - (22/07/26)
3. Waka | TANKA - (07/08/26)
-----
[34] Zulkifli Baharun
1. Sajak | DI PERMAIDANI KESEMENTARAAN - (21/07/26)
2. Sajak | KUDIS KECIL - (13/07/26)
3. Sajak | ROTI SEBUNGKUS - (20/07/26)
-----
[35] Zuraida Dewi
1. Puisi Berima | SAUDARA - (10/07/26)
2. Sajak | KEMBALI - (08/07/26)
3. Sonian | KENANGAN - (07/07/26)

CNP SIFU TABIR ALAM (Terima kasih) 

Friday, 23 October 2026

REKAYASA MENULIS CERPEN

 ASSALAMUALAIKUM




REKAYASA MENULIS CERPEN

Genre: Sastera Rujukan
Penulis: Nurimas SN
Penerbit: SNE
Nombor ISBN: 978-429-96009-3-0 (Sastera Rujukan)
Bilangan halaman: 167
Harga: RM35.00
Pengulas: Paridah Ishak

Pengenalan

Naskhah Rekayasa Menulis Cerpen merupakan hasil karya penulis mapan, Nurimas SN, nama pena Samiron Rahmat, yang berasal dari Pontian, Johor. Selain menggunakan nama pena Nurimas SN, beliau turut berkarya dengan nama samaran Lara Pesona dan S Amir On.

Penglibatan beliau dalam dunia penulisan meliputi pelbagai genre, antaranya novel, cerpen, artikel, skrip drama, rencana dan puisi. Sepanjang penglibatannya dalam bidang kesusasteraan, beliau telah menghasilkan lima buah novel, sembilan buah kumpulan cerpen, tiga buah kumpulan puisi serta karya drama radio.

Keupayaan dan ketekunan beliau dalam berkarya turut mendapat pengiktirafan melalui pelbagai anugerah sastera. Antaranya termasuklah Hadiah Sastera Kumpulan Utusan bagi tahun 2015 dan 2016, Hadiah Sastera Kumpulan Utusan (HSKU) bagi tahun 2017 dan 2018, Hadiah Sastera Darul Iman bagi sesi 2015/2016, 2017/2018, 2019/2020 dan 2021/2022, serta Anugerah Sastera Johor bagi sesi 2021/2022. Beliau juga merupakan penerima Hadiah Sastera Islami anjuran GAPENA dan memenangi Hadiah Utama Sastera Selangor bagi genre cerpen pada tahun 2023.

Pengalaman yang luas dan penglibatan berterusan dalam arena kesusasteraan tanah air selama lebih 25 tahun menjadi antara kekuatan Nurimas SN dalam menghasilkan karya rujukan ini.

Rekayasa dalam Penulisan Cerpen

Melalui naskhah Rekayasa Menulis Cerpen, Nurimas SN berkongsi pengalaman, pendekatan dan kaedah penulisan cerpen yang dapat dimanfaatkan oleh penulis, khususnya mereka yang ingin mendalami proses penghasilan karya kreatif. Rekayasa dalam konteks penulisan merujuk kepada usaha merancang, membina dan menyusun elemen cerita secara teratur agar sesebuah cerpen menjadi lebih kemas, menarik dan mampu memikat pembaca untuk terus menelusuri jalan ceritanya hingga ke penghujung.

Penulis mengetengahkan beberapa elemen penting dalam proses merekayasa penulisan kreatif. Antaranya termasuklah perancangan plot yang fleksibel, pengolahan realiti dan budaya, pemilihan tema yang bersesuaian dengan sasaran pembaca serta pembinaan struktur naratif yang tersusun.

1. Perancangan Plot yang Fleksibel

Perancangan plot merupakan antara aspek penting dalam menghasilkan cerpen yang berkesan. Selepas memperoleh inspirasi atau idea, penulis perlu memikirkan cara terbaik untuk mengembangkan idea tersebut menjadi sebuah cerita yang mempunyai arah dan tujuan.

Perancangan tidak semestinya terikat pada sinopsis atau peta minda yang kaku. Sebaliknya, penulis boleh melakukan inovasi, menambah peristiwa atau mengubah suai perjalanan cerita berdasarkan perkembangan idea sepanjang proses penulisan. Fleksibiliti ini memberikan ruang kepada kreativiti untuk berkembang tanpa mengabaikan kesatuan dan kesinambungan plot.

2. Realiti, Budaya dan Estetika Bahasa

Rekayasa cerita turut melibatkan penelitian terhadap realiti kehidupan dan budaya masyarakat. Pengalaman sebenar, pemerhatian serta unsur budaya boleh dijadikan bahan untuk membina cerita yang dekat dengan kehidupan pembaca.

Namun demikian, fakta dan pengalaman sahaja tidak memadai jika tidak diolah dengan baik. Unsur realiti perlu dijalin bersama estetika bahasa, keindahan ungkapan dan penghayatan emosi. Sentuhan bahasa yang puitis, termasuk unsur melankolia apabila bersesuaian, dapat memperkukuh kesan cerita serta menjadikan cerpen lebih menarik dan selesa dibaca.

Gabungan antara realiti kehidupan dengan keindahan bahasa membolehkan sesebuah cerpen bukan sahaja menyampaikan cerita, malah meninggalkan kesan pemikiran dan perasaan kepada pembaca.

3. Klasifikasi Tema yang Terancang Mengikut Sasaran Pembaca

Pemilihan tema perlu mengambil kira kelompok pembaca yang disasarkan, sama ada kanak-kanak, remaja atau golongan dewasa. Setiap kelompok mempunyai tahap pemahaman, minat dan pengalaman yang berbeza.

Dalam konteks penulisan untuk kanak-kanak dan remaja, karya seperti kumpulan cerpen Tiga Sekawan dan Kalau Abah Dapat Gaji memperlihatkan kepentingan mengolah bahan cerita yang dekat dengan dunia pembaca muda.

Kandungan cerpen boleh dibangunkan melalui empat domain utama, iaitu:

  • Aktiviti dan sukan: Menampilkan kegiatan harian, persaingan, kerjasama serta interaksi sosial antara watak.

  • Pendidikan dan sahsiah: Menyampaikan nilai murni, disiplin, tanggungjawab dan pembentukan peribadi.

  • Dunia fantasi dan pengembaraan: Memberikan ruang kepada imaginasi, kreativiti serta penerokaan pengalaman baharu.

  • Dunia kehidupan dan sains: Menggabungkan fakta, pengetahuan dan peristiwa kehidupan seharian yang munasabah serta mudah difahami.

Pengelasan tema sedemikian dapat membantu penulis merancang kandungan cerita dengan lebih terarah, di samping memastikan bahan yang disampaikan sesuai dengan minat dan tahap pemikiran pembaca.

4. Struktur Naratif yang Kemas

Struktur naratif merupakan asas yang menentukan kelancaran sesebuah cerita. Dalam merekayasa plot, penulis perlu memastikan setiap bahagian cerita mempunyai hubungan yang jelas dan menyumbang kepada kesatuan kesan.

Secara umumnya, struktur cerpen merangkumi permulaan yang memperkenalkan watak dan latar, perkembangan cerita yang membina konflik, serta pengakhiran yang meleraikan konflik atau memberikan kesan tertentu kepada pembaca.

Teknik penceritaan juga boleh dipelbagaikan melalui penggunaan dialek, bahasa daerah dan ungkapan semasa, bergantung pada latar, watak serta kesesuaian cerita. Penggunaan unsur bahasa yang tepat dapat menghidupkan watak, menyerlahkan suasana dan memberikan keaslian kepada karya.

Walau bagaimanapun, setiap teknik perlu digunakan secara terkawal supaya tidak menjejaskan kelancaran pembacaan atau mengaburkan maksud yang hendak disampaikan.

Penutup

Secara keseluruhannya, Rekayasa Menulis Cerpen merupakan sebuah naskhah rujukan yang berpotensi membantu penulis memahami proses pembinaan cerpen secara lebih terancang dan sistematik. Perkongsian Nurimas SN tentang perancangan plot, pengolahan realiti dan budaya, pemilihan tema serta pembinaan struktur naratif memberikan panduan berguna kepada mereka yang ingin memperkukuh kemahiran menulis.

Buku ini juga mengingatkan kita bahawa penghasilan cerpen bukan sekadar bergantung pada ilham atau bakat semata-mata. Sebaliknya, penulisan yang berkesan menuntut penelitian, pengalaman, kreativiti dan kebijaksanaan mengolah bahasa.

Bagi penulis baharu, naskhah ini boleh dijadikan panduan awal untuk mengenali asas pembinaan cerita. Bagi penulis yang telah lama berkarya pula, perkongsian yang diketengahkan dapat menjadi bahan renungan dan penilaian semula terhadap pendekatan penulisan masing-masing.

Sesungguhnya, usaha merekayasa cerpen ialah proses menyatukan idea, pengalaman, imaginasi dan keindahan bahasa sehingga lahir sebuah karya yang bukan sahaja menarik untuk dibaca, malah berupaya meninggalkan kesan dalam jiwa pembaca.

PARIDAH ISHAK

Tuesday, 22 September 2026

KENANGAN YANG TERKESAN

 ASSALAMUALAIKUM



KENANGAN YANG TERKESAN

.

Genre: Antologi Anekdot & Travelog
Penyelenggara: Nurimas SN, Sarimah Abu Bakar
Penulis: 34 orang
Penerbit: Akademi Sanggar Nurimas
ISBN: 978-6299-600985 (Sastera Kehidupan)
Bilangan halaman: 240 halaman
Harga: RM30.00
Tahun terbitan: 2026
Pengulas: Paridah Ishak

.

Antologi KENANGAN YANG TERKESAN terbitan Akademi Sanggar Nurimas merupakan himpunan karya 34 orang penulis tanah air dalam dua genre pilihan, iaitu anekdot dan travelog. Karya-karya yang dimuatkan merakamkan pengalaman, kenangan, peristiwa serta kisah kembara para penulis, sama ada di dalam mahupun di luar negara. Naskhah ini diselenggarakan oleh dua penulis, iaitu Nurimas SN dan Sarimah Abu Bakar.

Sebanyak 20 penulis, iaitu Almas Kirana, Daud Abd. Razak, Eiza Nashwa, Farah Izati, Fateh Rais, Fauziah Mohd. Yusuf, Hidayah Azhar, Jaime Kangoi, Laila M, Murley Giman, Noor Rafidzilliah, Norina Mohd. Nor, Rajawali, Sal Omar, Serikandi Medikasi, Syarifah Fariah, Tinta Kencana Dewi, YG Yusri, Zir Iman dan Nurimas SN, menampilkan karya berbentuk anekdot. Ada yang mengetengahkan tiga tajuk, manakala sebahagian yang lain memilih satu atau dua tajuk berdasarkan pengalaman yang ingin dikongsikan.

Anekdot yang dipersembahkan cukup pelbagai dan menghiburkan. Setiap penulis mempunyai cara tersendiri dalam mengolah pengalaman menjadi cerita yang menarik untuk ditelusuri pembaca. Unsur kelucuan, kejutan, pengalaman peribadi dan pengajaran menjadikan karya-karya tersebut lebih dekat dengan kehidupan.

Antaranya ialah anekdot Syarifah Fariah yang mengetengahkan pengalaman bersama anak cucunya menaiki roller coaster di Kuala Lumpur. Pengalaman yang mendebarkan itu bukan sahaja menggambarkan rasa takut dan cemas, malah diselitkan dengan unsur kelucuan yang mencuit hati. Pengalaman sebegini memperlihatkan bahawa sesuatu peristiwa yang mencemaskan pada ketika berlaku boleh bertukar menjadi kenangan manis untuk dikenang dan dikongsikan.


Bahagian kedua pula menghimpunkan catatan pengalaman kembara yang ditulis oleh Asyifa Syauqina, Bunga Melor, Hakimah Maziah, Jamilah Rejab, Jenny Omar, Mohd. Khairudin Lim, Noorlaila Ghafar, Noridah Shaari, Noris61, Rosnani Mat, Siti Aminah Mohamad, Timura Hamid, Wardah Chili, Sarimah Abu Bakar dan Sabariah Eyda Yaakob.

Catatan-catatan ini membawa pembaca menyusuri pelbagai destinasi di dalam dan luar negara, antaranya Thailand, Vietnam, Indonesia, Perancis, Korea, China, Iran dan Mekah. Setiap perjalanan mempunyai cerita serta pengalaman tersendiri yang memberikan warna kepada antologi ini.

Sabariah Eyda Yaakob, misalnya, memilih Kuala Lipis sebagai destinasi kembaranya. Bunga Melor pula merakamkan kenangan indah di Melaka, manakala Noorlaila Ghafar berkongsi pengalaman menunaikan ibadah haji bersama suaminya. Beliau turut merakamkan peristiwa kebakaran khemah jemaah haji di Mina yang menjadi sebahagian daripada pengalaman perjalanan tersebut.

Jamilah Rejab pula mengetengahkan pengalaman kembaranya di Iran, sebuah negara yang mempunyai sejarah, budaya dan landskap yang tersendiri. Catatan seperti ini memberikan peluang kepada pembaca mengenali sesebuah tempat bukan sahaja melalui gambaran alam dan destinasi pelancongan, tetapi juga melalui pengalaman peribadi penulis.

Antologi ini menjadi lebih menarik kerana setiap penulis membawa perspektif yang berbeza. Ada yang menekankan keindahan tempat yang dikunjungi, ada yang merakamkan pengalaman lucu dan mencemaskan, manakala ada pula yang mengangkat nilai kekeluargaan, persahabatan, keinsafan dan pengalaman kerohanian.

Kenangan yang dilalui ketika berkelana, walaupun terpaksa menempuh pelbagai cabaran, merupakan pengalaman yang amat mahal harganya. Pengalaman tersebut tidak dapat diulang dengan cara yang sama, tetapi dapat diabadikan melalui tulisan untuk dikongsi bersama pembaca.

Selain catatan berbentuk naratif, antologi ini turut dilengkapi gambar-gambar berwarna yang berkaitan dengan peristiwa dan destinasi yang dirakamkan. Kehadiran gambar tersebut membantu pembaca membayangkan suasana serta menghidupkan lagi pengalaman yang diceritakan.

Secara keseluruhannya, KENANGAN YANG TERKESAN merupakan sebuah antologi yang menghimpunkan pelbagai pengalaman penulis dalam bentuk anekdot dan catatan kembara. Kepelbagaian gaya, pengalaman dan destinasi menjadikan naskhah ini sebuah himpunan kenangan yang bukan sahaja menghiburkan, malah memberikan ruang kepada pembaca untuk melihat kehidupan melalui pengalaman orang lain.


Saturday, 15 August 2026

KISAH AJIAD

 ASSALAMUALAIKUM



KISAH AJIAD

Genre: Novel Kanak-kanak Bergambar
Penulis: Noorlaila Ghafar
Pelukis: Azya Mat Rawi
Penerbit: Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP)
ISBN: 978-983-49-5923-4 (Sastera Kanak-kanak)
Bilangan halaman: 67
Harga: RM25.00
Tahun terbitan: 2026
Pengulas: Paridah Ishak

Naskhah KISAH AJIAD merupakan sebuah novel kanak-kanak bergambar hasil nukilan Noorlaila Ghafar, seorang penulis mapan yang aktif berkarya dalam pelbagai genre sastera sejak tahun 1976. Karya beliau, khususnya dalam bidang novel dan sastera kanak-kanak, banyak diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP). Selain menghasilkan karya kreatif, beliau turut berpengalaman sebagai penyelenggara beberapa buah antologi. Puisi-puisi beliau juga banyak tersiar dalam penerbitan SPTA serta pelbagai media massa.

Ketekunan dan kesungguhan penulis dalam dunia kesusasteraan tanah air tetap terserlah walaupun beliau telah bersara daripada kerjaya perguruan. Sebagai pesara guru yang masih aktif mengajar kelas agama, menyantuni masyarakat setempat dan menyampaikan ilmu, pengalaman serta keprihatinan beliau terhadap pendidikan turut terpancar melalui karya ini.

Melalui KISAH AJIAD, penulis mengetengahkan kisah beberapa haiwan yang disebut dalam al-Quran dengan menghubungkaitkannya dengan pengalaman dan peristiwa yang dilalui oleh watak utama, Ajiad, seorang kanak-kanak yang masih bersekolah rendah. Cerita ini dikembangkan melalui sepuluh situasi yang berbeza. Setiap tajuk dimulakan dengan kisah Ajiad berhadapan dengan sesuatu peristiwa sebelum penulis menghubungkannya dengan kisah haiwan atau makhluk yang terdapat dalam al-Quran.

Sepuluh tajuk yang diketengahkan adalah seperti berikut:

  1. Lembu Betina – berkaitan dengan Surah al-Baqarah.
  2. Manusia Jadi Monyet – kisah Bani Israel yang menerima hukuman kerana melanggar larangan Allah berkaitan dengan hari Sabtu.
  3. Unta dari Celah Gunung – kisah mukjizat Nabi Saleh a.s.
  4. Kuda Perang – berkaitan dengan Surah al-‘Adiyat.
  5. Sarang Semut – berkaitan dengan Surah al-Naml dan kisah Nabi Sulaiman a.s.
  6. Burung Hud-hud yang Bijak – kisah Nabi Sulaiman a.s.
  7. Tentera Bergajah – berkaitan dengan surah al-Fil.
  8. Burung Gagak – kisah Nabi Adam a.s.
  9. Labah-labah – berkaitan dengan surah al-‘Ankabut.
  10. Tongkat Menjadi Ular – kisah Nabi Musa a.s.

Penyampaian cerita dalam naskhah ini menggunakan ayat yang mudah dan jelas, sesuai dengan tahap pemahaman pembaca kanak-kanak. Pada masa yang sama, kandungannya sarat dengan nilai murni yang boleh membentuk keperibadian pembaca, antaranya kasih sayang, hormat-menghormati, kerajinan, semangat bekerjasama, kecintaan terhadap alam sekitar serta kepentingan menuntut ilmu.

Pendekatan penulis yang menggabungkan pengalaman kehidupan kanak-kanak dengan kisah-kisah yang mempunyai nilai kerohanian menjadikan naskhah ini bukan sekadar bahan bacaan yang menghiburkan, malah turut berfungsi sebagai medium pendidikan. Kanak-kanak diperkenalkan kepada kisah-kisah dalam al-Quran melalui penyampaian yang ringan, dekat dengan dunia mereka dan mudah difahami.

Dari segi fizikal, buku ini diterbitkan menggunakan kertas yang berkualiti dengan ilustrasi berwarna-warni hasil sentuhan pelukis, Azya Mat Rawi. Ilustrasi yang menarik dan mempesona membantu menghidupkan watak serta suasana dalam cerita, sekali gus menjadikan pembacaan lebih menyeronokkan dan sesuai dengan sifat pembaca kanak-kanak yang cenderung kepada bahan visual.

Kesimpulannya, KISAH AJIAD merupakan sebuah karya yang menggabungkan unsur cerita, pendidikan, agama dan nilai murni dalam bentuk yang menarik. Naskhah ini sesuai dijadikan bahan bacaan kanak-kanak di rumah mahupun di sekolah kerana mampu menyemai kecintaan terhadap ilmu, alam sekitar dan kisah-kisah yang terkandung dalam al-Quran sejak usia muda. Lebih penting lagi, karya seperti ini turut membantu memperkenalkan khazanah sastera Melayu yang berteraskan nilai kerohanian Islam kepada generasi baharu

Sunday, 9 August 2026

KEINDAHAN ALAM

 ASSALAMUALAIKUM

PIC SIFU TA (C) 


KEINDAHAN ALAM

Genre: Puisi Tradisi Kanak-kanak
Penulis: Sabariah Nor Salleh
Penerbit: PELITA
ISBN: 978-983-9039-59-7 (Sastera Kanak-kanak)
Bilangan halaman: 32
Harga: RM25.00
Tahun terbitan: 2026
Pengulas: Paridah Ishak

Naskhah KEINDAHAN ALAM merupakan sebuah koleksi pantun kanak-kanak hasil nukilan Sabariah Nor Salleh, seorang penulis mapan yang aktif berkarya dalam pelbagai genre sastera sejak tahun 1980. Selain menghasilkan karya kreatif, beliau juga pernah berperanan sebagai penyelenggara beberapa antologi. Puisi-puisinya banyak tersiar dalam penerbitan SPTA serta pelbagai media massa, membuktikan ketekunan dan kesungguhannya dalam dunia kesusasteraan tanah air.

Melalui naskhah ini, penulis mengetengahkan pengalaman serta kehidupan harian kanak-kanak dengan pendekatan yang santai, ceria dan mendidik. Buku yang diterbitkan dalam bentuk kulit keras ini menggunakan kertas berkualiti tinggi serta dihiasi ilustrasi berwarna-warni yang menarik perhatian pembaca cilik. Sebanyak 32 buah judul pantun dimuatkan, menyampaikan mesej dan nilai murni yang sesuai dijadikan panduan dalam pembentukan sahsiah kanak-kanak.

Pada bahagian awal buku disediakan senarai kandungan yang memudahkan pembaca memilih pantun mengikut tajuk. Antara tajuk yang dimuatkan ialah Kucing, Tolong-menolong, Bermain, Berkebun, Balik Kampung, Adik, Menabung, Bersenam, Hujan, Berkawan, Membaca, Cuti, Keindahan Alam, Buah-buahan, Bunga, Pesanan, Adab Sopan, Sekolah, Guru, Masa, Belajar, Ibu, Bapa, Kelapa, Taman Bunga, Pantai, Rumah, Bersih Rumah, Lukisan, Ayam dan Hadiah. Kepelbagaian tajuk ini memperlihatkan keluasan pengalaman yang dekat dengan dunia kanak-kanak.

Setiap pantun terdiri daripada empat baris yang disusun kemas dengan rima hujung yang harmonis, mengekalkan keindahan bentuk pantun Melayu tradisional. Penggunaan diksi yang mudah, segar dan sesuai dengan tahap usia pembaca menjadikan pantun-pantun ini mudah difahami. Pada masa yang sama, penulis berjaya mengekalkan unsur estetika bahasa yang menjadi kekuatan puisi tradisional Melayu.

Puisi pantun dalam naskhah ini turut menyemai nilai kasih sayang, hormat-menghormati, kerajinan, semangat bekerjasama, kecintaan terhadap alam sekitar dan pentingnya menuntut ilmu. Justeru, buku ini amat sesuai dijadikan bahan bacaan dan memupuk minat kanak-kanak terhadap warisan sastera Melayu sejak usia muda.

Berikut ialah petikan daripada pantun "Keindahan Alam" yang menjadi judul naskhah ini:

 

KEINDAHAN ALAM

Pecah cawan bersisa,
Hias alatan baharu;
Indah awan di angkasa,
Luas lautan membiru.

Bonda tukar jarum,
Tetas sarung berlubang;
Bunga mekar harum,
Bebas burung terbang.

Pantun ini memancarkan keindahan alam ciptaan Tuhan melalui gambaran awan, lautan, bunga dan burung yang hidup dalam suasana damai. Penggunaan imejan yang indah mampu merangsang imaginasi kanak-kanak agar menghargai alam sekitar serta mensyukuri segala nikmat yang dikurniakan. Kesederhanaan bahasa yang dipilih menjadikan mesejnya mudah difahami, namun tetap meninggalkan kesan yang mendalam kepada pembaca.

 

 


Friday, 7 August 2026

TAK HILANG DEK ZAMAN

 ASSALAMUALAIKUM



Salam Jumaat mulia hari Rimpun,

setiap saat moga pahala dihimpun.

.

Alhamdulillah TAK HILANG DEK ZAMAN, antologi terbaru Akademi SPTA selamat kepenerimaan kakpidah kiriman Sifu Tabir Alam. Terima kasih banyak Sifu. Antologi terbitan Akademi SPTA ini merupakan 105 puisi daripada 24 genre karya 35 penulis Akademi SPTA. 3 puisi setiap penulis dipilih daripada grup GRAHA KARYA @Facebook. Antara puisinya, syair, limerick, dukotu saduka, haiku, kuatrin, sajak, akrostik, rondel, sajadah, terza rima, terset, pantun jenaka, pantun berkait, tanka, haibun, prosa, tautogram, nazam, palindrom, soneta, gurindam, trikata. Terima kasih banyak Sifu kesudiannya. Tiga puisi kakpidah terselit dalam antalogi ini;
1. Sonian – Kesetiaan
2. Tautogram – Perkongsian
3. Terza Rima – Selat Hormuz.
Tahniah semua karyawan puisi terlibat
Tahniah Sifu Tabir Alam selaku penyelenggara dan penerbitnya.
pic Sifu TA terima kasih sifu

Friday, 31 July 2026

KALA MURAI BERKICAU

 ASSALAMUALAIKUM



 

ULASAN BUKU

 

KALA MURAI BERKICAU

Genre : Puisi

Penulis : Nurimas SN

Penerbit : DBP

Nombor ISBN :978-9B3-49—5796-4  ( Sastera Puisi)

Bilangan mukasurat : 101

Harga: 16 RM

Tahun terbitan 2026

Pengulas : Paridah Ishak

 

Naskhah KALA MURAI BERKICAU terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka.. Himpunan  70 buah puisi  sarat dengan keindahan bahasa dan makna. Karya ini merupakan hasil nukilan Nurimas SN, seorang pesara guru  berpengalaman luas dalam penulisan pelbagai genre sastera.

Beliau  penulis mapan dan sering menerima anugerah sastera di peringkat negeri, khususnya Terengganu dan Johor, serta di peringkat kebangsaan. Sebahagian daripada puisi dalam naskhah ini pernah tersiar dalam majalah seperti Dewan Sastera dan Pelita Bahasa manakala selebihnya ialah karya baharu.

Kandungan buku ini dibahagikan kepada dua bahagian. Bahagian pertama memuatkan 30 buah puisi tradisional terdiri daripada pantun, gurindam dan syair. Karya-karya ini pelbagai tema berteraskan nilai Islamik kerohanian, nasihat, budi pekerti. Sekali  gus menyerlahkan keindahan warisan puisi Melayu. Antara judulnya ialah syair Azam,Purnama Sembilan, Narasi Santun Bertingkah, gurindam Adab Berjiran, Hati, Silap Bahasa, pantun Hidup Bertuan, Seloka Fitrah, Bahasa Wahana Bangsa.

Bahagian kedua pula menghimpunkan 40 buah sajak moden dengan kepelbagaian tema yang dekat dengan kehidupan insan. Penyair memanfaatkan bentuk binaan puisi kreatif seperti akrostik, terza rima dan sajak eksperimen, di samping mengolah struktur rangkap pelbagai. Sebahagian sajak agak panjang dan menyerupai sajak prosa, namun tetap puitis. Sajak Kala Murai Berkicau, Apa Mahumu, Keluarga Malaysia tersenarai di sini.

Diksi yang dipilih sederhana tetapi berkesan, diperkaya dengan metafora, perlambangan, personifikasi dan unsur-unsur bahasa figuratif  menghidupkan imaginasi pembaca. Walaupun sesetengah puisi memerlukan renungan  mendalam, mesej ingin disampaikan tetap jelas dan mudah dihayati.

Setiap karya memperlihatkan ketelitian penyair dalam memilih kata, menyusun citra serta membina suasana yang selaras dengan tema dan judul puisi. Secara keseluruhannya, KALA MURAI BERKICAU merupakan sebuah kumpulan puisi berjaya menggabungkan keindahan estetika bahasa dengan nilai-nilai murni dan kemanusiaan. Naskhah ini bukan sahaja memperlihatkan kematangan Nurimas SN sebagai penyair, malah menjadi bahan bacaan yang sesuai untuk pencinta puisi, pengkaji sastera dan pembaca umum yang ingin menghayati keindahan bahasa Melayu melalui karya yang bermutu tinggi bernilai seni.

Monday, 20 July 2026

PUISI DAN PEMUISI: SATU PENGENALAN (EDISI KEDUA)

 ASSALAMUALAIKUM




PUISI DAN PEMUISI: SATU PENGENALAN (EDISI KEDUA)

Genre: Sastera Rujukan
Penulis: Tabir Alam (Abdullah Abd. Rahman)
Penerbit: Siri Penerbitan Tabir Alam (SPTA)
ISBN: 978-967-2994-65-7
Bilangan halaman: 149
Harga: RM25.00
Tahun terbit: 2026
Pengulas: Paridah Ishak

Puisi dan Pemuisi: Satu Pengenalan (Edisi Kedua) merupakan buku rujukan sastera terbitan Siri Penerbitan Tabir Alam (SPTA). Edisi pertama diterbitkan pada tahun 2019, manakala edisi kedua ini tampil dengan penambahbaikan kandungan yang lebih lengkap dan tersusun bagi memenuhi keperluan pencinta sastera, khususnya peminat puisi.

Buku ini menghimpunkan penerangan tentang 48 genre puisi tradisional dan moden berserta definisi, ciri-ciri serta contoh karya. Disusun oleh Abdullah Abd. Rahman yang menggunakan nama pena Tabir Alam, buku ini memperkenalkan kepelbagaian bentuk puisi Melayu, Nusantara dan dunia dengan bahasa yang mudah difahami. Perbezaan bentuk, gaya dan disiplin setiap genre dihuraikan secara ringkas tetapi padat, menjadikannya sesuai sebagai bahan rujukan untuk pelajar, guru, penulis dan masyarakat umum.

Kandungan buku dibahagikan kepada dua bahagian utama. Bahagian A memuatkan penerangan tentang pelbagai genre puisi seperti akrostik, diamante, dikir, dukotu, endui, ghazal, gita puja, gurindam, haibun, haiga, haiku, ikatan berima, karmina, konkrit, kuatrin, limerick, madah, mantera, masnawi, monolog, nazam, palindrome, pancalarik, pantun, pantun berkait, pantun kanak-kanak, prosa, puisi 517, puisi berima, puisi grid, qit'ah, rejang, rondel, rubai, saduka, sajadah, sajak, sanqu, seloka, senryu, soneta, sonian, sonigraf, Sudoku Puisi, syair, talibun, tanbo, tanka, tautogram, teka-teki, teromba, terset, terza rima, tipografi, trikata dan vilanel.

Sebagai penerbit SPTA dan pentadbir kumpulan penulisan Graha Karya di Facebook, Tabir Alam turut memperkayakan buku ini dengan contoh-contoh puisi daripada penulis lain yang pernah disiarkan dalam beberapa antologi. Antaranya karya Adziah Abd. Aziz (palindrome), Nazim Mohd. Subari (nazam dan gurindam), Noorlaila Ghafar (pancalarik), Norgadis Labuan (ekarima), Jamal A. Majid (puisi berima), Salmah Amir (rondel), Masriyah Misni dan Seti Zaleha (seloka), Russ Asan (sonata), Kamarsinah Sarkam (sonigraf), Gabriel Kim Juan (tautogram), Sri Mawar (tanka), Mahani Mustaffa dan Tadzrin (teka-teki), Syidah Ida (tipografi), Zuraida Dewi (trikata), Iqbal Halim (dukotu), Faiziah Shamsudin (diamante), Raonah Md. Sam (haiga), Bayu Pagi (ikatan berima), Yahti Hayati (karmina), Rina Chundau (kuatrin), CT Nurza (madah) serta Paridah Ishak (haibun). Penyertaan karya-karya ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang aplikasi sebenar setiap genre.

Bahagian B pula memperkenalkan istilah-istilah berkaitan dunia puisi seperti deklamator, pelipur lara, pemantun, pemuisi, pengadi, penyair, penyajak, pujangga, tukang karang dan tukang karut. Pada bahagian akhir buku disediakan bibliografi, senarai rujukan dan singkatan yang memudahkan pembaca membuat rujukan lanjut.

Merujuk Glosari Istilah Kesusasteraan terbitan Dewan Bahasa dan Pustaka (1988), puisi ditakrifkan sebagai pelbagai bentuk pengucapan berirama yang lahir daripada daya imaginasi dan kepekaan seseorang penulis atau penyair. Selaras dengan itu, Tabir Alam memberikan takrifannya sendiri:

"Puisi ialah pengucapan daripada seorang insan dalam menyampaikan hasrat, perasaan dan pengalaman melalui pilihan genre yang disenangi sebagai medium perhubungan dengan khalayak."

Reka bentuk kulit hadapan dan belakang buku yang didominasi warna hitam melambangkan misteri, seolah-olah menggambarkan bahawa masih ramai pembaca belum mengenali kepelbagaian genre puisi tradisional Melayu, Nusantara dan dunia. Persembahan yang sederhana tetapi kemas menjadikan buku ini menarik untuk dimiliki sebagai bahan rujukan.

Secara keseluruhannya, Puisi dan Pemuisi: Satu Pengenalan (Edisi Kedua) merupakan sebuah buku yang amat bermanfaat kepada sesiapa sahaja yang ingin mengenali dunia puisi dengan lebih mendalam. Buku ini bukan sahaja memperkenalkan pelbagai genre puisi, malah menjelaskan bentuk, ciri dan contoh penggunaannya secara sistematik. Diharapkan penerbitan ini dapat menjadi rujukan penting dalam bidang kesusasteraan Melayu, di samping mencetuskan inspirasi kepada para penulis untuk terus berkarya dan bereksperimen dengan pelbagai genre puisi tanpa jemu mencari ilham.

Sunday, 17 May 2026

DUYUFURRAHMAN

 ASSALAMUALAIKUM



DUYUFURRAHMAN
Genre : Travelog
Penulis : 16 orang
Penerbit : KEMBARA SASTERA
Nombor ISBN : 978-967-2859-79-6 (Sastera Kehidupan)
Bilangan muka surat : 151
Harga : RM35.00
Tahun Terbitan : 2026
Pengulas : Paridah Ishak

Antologi DUYUFURRAHMAN terbitan KEMBARA SASTERA ini menghimpunkan catatan pengalaman ibadah haji dan umrah daripada 16 penulis tanah air. Karya-karya yang disajikan memperlihatkan pelbagai kisah perjalanan rohani yang sarat dengan keinsafan, cabaran dan kerinduan terhadap Tanah Suci. Antologi ini diselenggarakan oleh Mukhtar Mustafa dan Noorlaila Ghafar.

Empat penulis, iaitu Afyan Mat Rawi, Rahana Abd. Rahim, dan Maspupah berkongsi pengalaman menunaikan ibadah haji buat kali pertama, manakala penulis lain merakamkan kenangan mengerjakan umrah yang telah beberapa kali dilaksanakan. Setiap catatan membawa pendekatan tersendiri dalam menyampaikan rasa syukur, kekaguman dan kecintaan terhadap bumi Mekah dan Madinah.

Antara karya yang menarik perhatian termasuklah “MEMORI HAJI 1438H” tulisan Afyan Mat Rawi, “ZIARAH CINTA” karya pilihan Noorlaila Ghafar, “SEMOGA BUKAN UMRAH TERAKHIRKU” tulisan Balqis Insyirah Afyan, “UMRAH SAHABAT” karya pilihan Sabariah Eda Yaakub serta “NOSTALGIA UMRAHKU” oleh Sharifah Fariah. Setiap kisah dipersembahkan dengan gaya penceritaan yang santai namun menyentuh hati pembaca.

Memori indah beribadah di Tanah Suci yang dicatatkan dalam antologi ini mampu menginspirasi Muslimin dan Muslimat untuk menanam azam menunaikan rukun Islam kelima serta memperbanyak ibadah umrah. Walaupun perjalanan tersebut menuntut pengorbanan tenaga, masa dan kesabaran, para penulis menggambarkan bahawa segala cabaran yang ditempuhi terasa kecil dibandingkan dengan ketenangan jiwa dan nikmat spiritual yang dikurniakan Allah SWT. Antologi ini sesuai dijadikan bahan bacaan motivasi rohani dan panduan awal buat mereka yang bercita-cita menjadi tetamu Allah suatu hari nanti.

Saturday, 9 May 2026

DIRGAHAYU TUANKU

 ASSALAMUALAIKUM



DIRGAHAYU TUANKU
Genre : Puisi
Penulis : 46 orang
Penerbit : PEMUISI
Nombor ISBN : 978-629-7788-7-08 (Sastera Puisi)
Bilangan muka surat : 115
Harga : RM25.00
Tahun terbitan : 2026
Pengulas : Paridah Ishak
.

Antologi DIRGAHAYU TUANKU terbitan PEMUISI dengan kerjasama Universiti Teknologi MARA ini menghimpunkan 100 buah sajak hasil karya 46 penulis tanah air bersempena Majlis Dirgahayu Tuanku anjuran Kursi Institusi Raja-Raja Melayu Universiti Teknologi MARA dan PEMUISI. Antologi ini diselenggarakan oleh Wanrazuhar dan Pandian V, manakala kata pengantar ditulis secara naratif oleh Senator Dato’ Seri Prof. Emeritus Dr. Awang Sariyan, Penyandang Kursi Institusi Raja-Raja Melayu Universiti Teknologi MARA.

Naskhah ini amat istimewa kerana menghimpunkan ramai figura sastera terkenal tanah air dengan mengangkat tema takzim dan dirgahayu kepada institusi raja sebagai payung negara yang menaungi rakyat jelata. Pelbagai dimensi perasaan diketengahkan melalui pengolahan emosi, imaginasi dan kreativiti para penulis yang memperlihatkan manifestasi kesetiaan, kasih serta sanjungan terhadap sultan sebagai tonggak pemerintahan negeri dan negara. Setiap pemuisi menyumbangkan jumlah karya yang berbeza; ada yang menampilkan sebuah sajak, manakala ada juga yang menyertakan tiga hingga empat buah sajak.

Kesemua sajak dalam antologi ini tampil puitis dengan nilai estetik tersendiri serta sarat makna berdasarkan tajuk pilihan masing-masing. Antara penulis yang terlibat termasuklah SN Dato’ Zurinah Hassan, Wanrazuhar, Awang Sariyan, SN Rahman Shaari, SN Anwar Ridhwan, Pandian V, Oui Bin Sal, Salmah Amir, Sabariah Eda, Abd. Aziz Ali, Eziz Shukman dan Dewi Ku Yah Senapi serta ramai lagi.

Para pemuisi berkarya tanpa terikat pada bentuk sajak tertentu. Walau bagaimanapun, keindahan bahasa tetap terserlah melalui pemilihan diksi yang indah dan tersusun, membentuk luahan rasa hormat serta kesetiaan menjunjung kasih kepada Tuanku. Kebanyakan sajak digarap dalam bentuk berangkap, menjadikan penyampaiannya lebih teratur, lunak dan berkesan.

Sebagai contoh, berikut merupakan petikan daripada sajak karya Salmah Amir yang menggambarkan perasaan tulus dan penuh penghormatan terhadap institusi diraja:

NAUNGAN KASIH
.
Dirgahayu Tuanku payung rakyat,
teguh memayungi bumi keramat,
sinar kebijaksanaan terpancar jelas
dalam naungan kasih yang tidak terlepas.
.
Duli yang mulia, lambang penyatu,
dalam adil, bijak dan bersatu,
bahtera negara dipandu rapi,
menuju sejahtera damai abadi.
………seterusnya………

Secara keseluruhannya, antologi DIRGAHAYU TUANKU bukan sahaja memperlihatkan keindahan seni puisi tanah air, malah turut menjadi wadah memperkukuh rasa cinta, hormat dan kesetiaan terhadap institusi Raja-Raja Melayu yang menjadi lambang kedaulatan negara. Naskhah ini sesuai dijadikan bahan bacaan pencinta sastera, pengkaji budaya serta generasi muda agar lebih memahami peranan institusi diraja dalam sejarah dan pembinaan jati diri bangsa.

Tuesday, 5 May 2026

ABANG DIN TOPI BIRU

 ASSALAMUALAIKUM





ABANG DIN TOPI BIRU
Genre : Novel
Penulis : Nurimas Sn
Penerbit : SNE
Nombor ISBN : 978-629-96009-7-8 (Sastera Kanak-kanak)
Bilangan muka surat : 112
Harga : RM20
Tahun terbitan : 2026

.

Novel kanak-kanak berjudul Abang Din Topi Biru hasil tulisan novelis Nurimas Sn mengetengahkan tema kearifan tempatan. Karya ini menampilkan nilai-nilai murni masyarakat Malaysia melalui garapan yang jelas dalam sepuluh bab kandungannya. Bab permulaan disusun dengan baik sebagai pengenalan, diikuti perkembangan cerita yang bergerak secara kronologi dengan sisipan imbas kembali.


Secara ringkasnya, novel ini mengisahkan watak Aladin yang meminati permainan tradisional layang-layang dengan imejnya sentiasa bertopi biru. Minat tersebut membawanya meraih beberapa kejayaan, meskipun berdepan pelbagai cabaran.


Kesungguhan dan daya kreativitinya akhirnya menjadikan beliau seorang usahawan muda yang berjaya mereka cipta layang-layang sebagai sumber ekonomi.


Antara tajuk bab yang diketengahkan oleh penulis ialah:
Bab 1: Bengkel Layang-layang
Bab 2: Rakan Layang-layang
Bab 3: Angkara Culin
Bab 4: Festival Layang-layang
Bab 5: Inspirasi Bapak Adi Chandra
Bab 6: Kemenangan Pertama
Bab 7: Rahsia Terbongkar
Bab 8: Lembaran Baharu
Bab 9: Produk Tular
Bab 10: Kawan Lama dan ADTB


Penulis berjaya menarik minat pembaca, khususnya golongan kanak-kanak, melalui tema permainan tradisional seperti wau dan layang-layang yang dekat dengan budaya tempatan. Setiap bab mengangkat isu yang berbeza, namun disampaikan secara mudah difahami melalui naratif yang tidak terlalu kompleks. Penggunaan bahasa yang sederhana menjadikan karya ini sesuai untuk pembaca kanak-kanak dan umum. Turut disertakan glosari diksi yang agak sukar difahami maknanya.


Dari sudut kesusasteraan, nilai estetika karya ini terserlah melalui pemilihan diksi dan susunan frasa yang teliti. Teknik penceritaan yang digunakan juga selari dengan latar dan suasana setiap bab. Selain itu, naskhah ini diterbitkan dengan kemas, lengkap dengan reka bentuk kulit yang menarik serta ilustrasi berwarna pada setiap bab yang membantu menghidupkan jalan cerita.

Sunday, 3 May 2026

KASIH II

 ASSALAMUALAIKUM



KASIH II
Genre: Puisi
Jumlah penulis: 48 orang
Penerbit: KEMBARA SASTERA
ISBN: 978-967-2859-83-3
Bilangan muka surat: 150
Harga: RM25.00
Tahun terbitan: 2026
.
Antologi KASIH II terbitan KEMBARA SASTERA ini merupakan himpunan sajak karya 48 penulis tanah air. Antologi ini diselenggarakan oleh Mukhtar Mustafa, manakala kata pengantar ditulis secara naratif oleh Rosli K. Matari, Sasterawan Negeri Kelantan merangkap penerima Hadiah SEA Write Award 2021.
Naskhah ini amat istimewa kerana mengangkat tema “kasih” yang merangkumi pelbagai dimensi perasaan. Pengolahan emosi dan imaginasi kreatif para penulis memperlihatkan manifestasi kasih terhadap Allah, ibu bapa, keluarga, pasangan, sahabat serta pemimpin negara. Justeru, makna kasih yang diketengahkan bersifat holistik dan menyeluruh.
Setiap pemuisi menyumbangkan tiga buah sajak yang puitis dan sarat makna berdasarkan tajuk pilihan masing-masing. Antara penulis yang terlibat termasuklah Rosli K. Matari, Oui Bin Sal, Nazim Mohd Subari, Noorlaila Ghafar, Fauziah Yusuf dan Azmi Ismail.
Para pemuisi diberi kebebasan dalam berkarya tanpa terikat pada bentuk sajak tertentu. Walau bagaimanapun, keindahan tetap terserlah melalui penggunaan diksi yang bermetafora, sama ada secara tersirat mahupun tersurat. Kebanyakan sajak digarap dalam bentuk berangkap, menjadikan penyampaiannya lebih teratur dan berkesan.
Sebagai contoh, berikut merupakan petikan daripada sajak karya Noorlaila Ghafar yang menggambarkan cinta kepada Allah:
TANDA CINTA PADA ALLAH
IKUTILAH SUNNAH RASULULLAH
.
Firman Allah, Surah Ali ‘Imran ayat 31:
“Katakanlah (wahai Muhammad),
jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku.
”
Cinta kepada Allah
bukan sekadar getar zikir di bibir,
tetapi dibuktikan melalui sujud yang jujur,
sabar tanpa syarat,
serta mengikuti sunnah Rasulullah
tanpa memilih jalan mudah.

MyBloglist