ASSALAMUALAIKUM
RAKYAT
MARHAEN
(Limerik)
Rakyat marhaen terketar-ketar
ditimpa
geruh taufan berputar
tempat
berlindung
bukan
di gedung
rumah
pusaka disambar lintar
.
Adu masalah meminta tolong
pada
pemimpin jenuh melolong
agar
dibantu
perkara
tentu
cuma
mendengar hasilnya bolong
.
Masihlah juga berbaik sangka
meskipun
perih hati terluka
mungkinlah
sibuk
menyapu
habuk
masa
berlalu menanggung duka
.
Memujuk hati bersabar dulu
namun
merintih disalut pilu
api
sengsara
panas
membara
membakar
jiwa stres selalu
PARIDAH
ISHAK
Desa
Melor Serendah
17/1/026
MURAI
BINGUNG
.
Murai
berkicau tertanya-tanya
riuh
gemuruh apa kisahnya
dahulu
tenang
bersenang-lenang
kilat
memancar gerun jadinya
.
tidur
terganggu terbang ke dahan
bising
terlalu tidak tertahan
hajat
tertangguh
duduk
serangguh
galau
terasa gulau alahan
.
Nampak kecamuk ruang sekitar
ramai
bicara lagaknya pintar
mendengar
saja
sehingga
senja
belit
maklumat
jauh
benarnya nanar berputar
.
Akhir terkedu diam termenung
langit
gelita ngeri direnung
belum
berakhir
gelagat
mungkir
terbangnya
tinggi terlanggar gunung
.

No comments:
Post a Comment
Terima kasih bersama Karyaku...Paridah Ishak. Komen anda amat dihargai... “Semoga Allah SWT akan membalas dirimu dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas dengan balasan yang terbaik.”