.
PENGADIL
.
Luar arena perhati tingkah
dua peserta mengatur langkah
uji prestasi
segenap sisi
pengadil pening tentukan markah
.
Juara lalu yakin juara
biarkan masa lalu segera
pesaing lemah
lontarkan tohmah
bicara panas api membara
.
Biarkan saja kedua pihak
tidaklah ingin hendak memihak
kata putusnya
ada waktunya
mengkelan rasa disumbat kahak
.
Justeru jemu jadi pengadil
pandang peserta terlalu kerdil
lawan tak henti
geram perhati
salah satunya akan dibedil
KRITIKAN
PANAS
.
Kritikan pedas gadis jelita
bicara
lancar susunan kata
hujahnya
petah
bukan
sepatah
direman
pula sedih meronta
.
Ditahan
bawah akta hasutan
asbab
pengawal adab merentan
tertanya-tanya
apa
salahnya
sinis
pertikai geruh kaitan
.
Lempar
tafsiran berpada-pada
luahan
rasa hanya persenda
menutup
mulut
tak
payah kalut
turut
bergelut lenyek dilanda
.
Berhati-hati
juga menulis
papar
komentar diintai polis
semata
sajak
memuji
bijak
dianggap
jelek lunyai digilis
PENGHULU
.
Penghulu cakna isu semasa
ambil
tindakan luar biasa
warga
perhati
amat
teliti
komen
diberi ngilu berbisa
.
Daerah sana sedang sengketa
sampai
segera khabar berita
sekat
bekalan
tentu
kumpulan
mula
gelabah terkunci kata
.
Keperluan hidup pun sukar
tanya
segera nasihat pakar
siap
siaga
naikkan
harga
dimaki
hamun durja selongkar
.
Ombak gelora marah mereda
jiran
berdamai berpada-pada
bekalan
perlu
mudah
selalu
segala
mahal sinis persenda

No comments:
Post a Comment
Terima kasih bersama Karyaku...Paridah Ishak. Komen anda amat dihargai... “Semoga Allah SWT akan membalas dirimu dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas dengan balasan yang terbaik.”