Friday, 12 October 2018

JOM TULIS ESEI - HADIAH 30K

ASSALAMUALAIKUM...

Pertandingan Menulis Esei anjuran Perdana Global Peace Foundation (PGPF) dan Majalah Sains. Menawarkan hadiah hampir RM30 ribu.
Jom tulis esei
Pertandingan yang menawarkan hadiah lumayan hampir Rm30k anjuran MajalahSains dan Perdana Global Peace Foundation (PGPF)

INVITATION TO PARTICIPATE IN AN ESSAY COMPETITION – “WAR IS CRIME” AND “SCIENCE FOR PEACE”

PERDANA GLOBAL PEACE FOUNDATION (PGPF) & MAJALAHSAINS.COM
Preamble
The essay competition is a collaboration between Majalah Sains.Com and PGPF. It is align with UNESCO’s World Science Day for Peace and Development which falls on 10 November 2018. The organisers are reaching out to the public by opening 2 categories in which Essays can be written in Bahasa Malaysia or the English language.
War is essentially an evil thing. Its consequences are not confined to belligerent states alone, but affect the whole world. To initiate a war of aggression therefore, is not only an international crime, it is the supreme international crime differing only from other war crimes in that it contains within itself the accumulated evil of the whole.
– Nuremberg War Crimes Tribunal 1946
Estimates of military and civilian casualties either deceased or wounded due to conflicts:
  • World War 1 – 35 million
  • World War 2 – 60 million
  • Korean War   – 1 million
  • Vietnam War – 3 million
  • Cambodia Conflict – 1.7 million
  • Rwanda Genocide – 1 million
  • Bosnia Genocide – 100,000
  • Iraq War – 1 million
  • Syria War – 500,000 to date
“A journey of a thousand miles begins with the first steps. We have taken many steps. Let us march forward in this struggle to achieve true civilisation, to criminalise war.”
Tun Dr Mahathir Mohamad, “Expose War Crimes – Criminalise War” 5 February 2007
“How can we claim to be civilised when we condone and legalise mass killings of men, women and children, the old and the sick as a solution to conflicts between Nations?”
Tun Dr Mahathir Mohamad, Imperial College, London 25 April 2008
Where are we in human civilisation when current global settings are moulded by what can be seen as “might is right” and “victors writes history”? In the past centuries, human civilisation has witnessed how science and technology has been exploited to wage war against conflicting parties, thus create separation and tension across different region and culture.
Weapon technologies have been commercialised and become the major highlight to showcase a nation’s strength, while chemical weapon can easily wipe out a population and recently autonomous drone technology being used to kill innocent people. It is important to understand that it is not science and technology but the person behind the creation that can make a difference, which in this case the focus is to promote global peace and harmony by using science & technology.
The categories are as follows:
First category in English and Malay (2500 words):
1st Prize Essay = RM 5,000
2nd Prize Essay = RM 3,000
3rd Prize Essay = RM 1,000
This category is open to University students and the public. PGPF operates by advocating one of our main objectives which is to CRIMINALISE WAR. Since inception, PGPF has taken many steps, thus how do we move forward in a world without aggression?
Second category in English and Malay (1500 words):
1st Prize Essay = RM 2,000
2nd Prize Essay = RM 1,500
3rd Prize Essay = RM 1,000
This category is open to secondary school students where the theme is SCIENCE FOR PEACE. The essay should answer the question of how science can promote global peace & harmony.
JURY
Dr Chandra Muzaffar (Chairman)                        Prof Tan Sri Dzulkifli Abdul Razak (Chairman)
English           
Gurdial Singh Nijar
Dr Zulaiha Ismail
Malay
Prof. Dato. Dr Roslan Abd Shukor

Prof Madya Ir. Dr. Rosdiadee Nordin
ENTRY REQUIREMENTS
FIRST CATEGORY
Entry is open to all Malaysian citizens aged 18 years old or higher before the closing date of the competition. Essay shall not be less than 2500 words, not inclusive of abstract, diagrams, tables of data, footnote, and bibliography or authorship declaration. Only one submission per person is allowed either in English or in Malay. Essay must not have been published prior to the competition and originally written solely by the author.
SECOND CATEGORY
Entry is open to all Malaysian secondary school students. Essay shall not be less than 1500 words, not inclusive of abstract, diagrams, tables of data, footnote, and bibliography or authorship declaration. Only one submission per person is allowed either in English or in Malay. Essay must not have been published prior to the competition and originally written solely by the author.
CRITERIA
Essays will be judged by the level of knowledge and understanding of the theme, the quality of argumentation, the structure, the quality, the writing style, and persuasive force.
Judges decisions are final.
SUBMISSION DATE
29th November 2018   – Submission dateline
20th December 2018   – Short-listed candidates notified
31th December 2018   – Winners announcement
SUBMISSION GUIDELINES
  1. Submissions should be as softcopy in .doc or .docx format to the organiser email.
  2. The essay should be preceded with an abstract.
  3. Font type: Arial, Size: 12, Line spacing: 1.5, Footnote size: 10
  4. In the email submission, the author should give an undertaking statement that the essay sent have not been submitted for any other competition or publication.
  5. The author is also required to state his/her full name, address, contact number, and institution of learning (if attached to one as student, academics or staff)
NOTES
  1. The winning essays (and short-listed essays) will be published in the organisers’ websites. The whole or a portion of the essays can be used by the organisers for future publications.
  2. The author of the winning essays is the sole copyright holder of the essay while the organisers will hold the usage right to publish the content.

Thursday, 11 October 2018

PANTUN PERIBAHASA

ASSALAMUALAIKUM




-------------------------------------------------------

PANTUN PERIBAHASA

Saja mengelat tiada jeran,
walau dilejang duri seruas,
silau bermudik dari Maluku;
kerja dibuat ada aturan,
kalau panjang beri beruas,
kalau pendek beri berbuku.

Galau bingit menerpa semi,
tersekah dahan longan merunduk;
kalau dah langit nak timpa bumi,
bolehkah ditahan dengan telunjuk?

Darat jentayu geti pun gugur,
rahsia menanti serlah purnama;
ibarat kayu mati berpunggur,
manusia mati biarlah bernama.

Kilau sinarnya indah melengkok,
bahkan menirus akan panjangnya ;
kalau kayunya sudah bengkok,
masakan lurus akan bayangnya.

Namun sedia risau sedia,
tiris sambal di dupa menggagah,
tiris menitis hingga seluruh;
timun di dia pisau di dia,
hiris tebal tak siapa menegah,
hiris nipis tak siapa menyuruh.

Mengulum sentul sepanjang hari
merendah landak mengangkit duri;
belum betul membilang jari,
sudah hendak bangkit berdiri.

Berhati-hati sental serombong,
berkerut seret tenggelam pesong;
jangan seperti si buntal kembung,
perut buncit di dalam kosong.

Makan serawa di tepi panggung,
mungkin serasi mangkin gelegak;
jangan dibawa resmi jagung,
semakin berisi semakin tegak.

Dalamlah taman mana jelantik,
bayan bermalam rumah tamunya;
matilah kuman kena pelantik,
sekalian alam limpah darahnya.

Walau tersepit lama dirempuh,
galau kerengga delima bujur,
kalau sempit sama bertimpuh,
kalau lega sama berlunjur.

Buah sentang di pasar berakit,
kepayang nangka lupa ditindan;
tuah datang sebesar bukit,
sayang celaka menimpa badan.

Di lewat senja pukang disapa ,
di sisi kasa semata kendi;
penat saja tukang menempa,
besi binasa senjata tak jadi.

Paridah Ishak
Selayang Utama
01/10/018

Tuesday, 9 October 2018

SELOKA BERTUNANG...

ASSALAMUALAIKUM...

SELOKA BERTUNANG

Teruna dara mahsyuk bercinta,
lenggang bersama jalan merata.

Ibu dan ayah dipaksa risik,
risau ditolak orang berbisik.

Dara  idaman disunting juga,
sengih teruna  terlanggar tangga.

Angaukan dara jiwa melara,
sudah berunang lompat bak kera.

Masa bertunang mengikut adat,
hantaran banyak  selori padat.

Cincin  bertunang cincin berlian,
ada yang sinis kata
zhulian.

Sirih junjung gubahan hantaran,
buang saja laku pembaziran .

Tika bertunang  tak elok berjumpa,
pesan begitu selalu lupa.

Masa bertunang berdarah manis,
malang menimpa riuh menangis.

Berputih mata jiwa merana,
kahwin tak jadi gundah gulana.

PARIDAH ISHAK
Desa Melor Serendah
9/10/018


Saturday, 6 October 2018

PETUA TERLEKAT TULANG

ASSALAMUALAIKUM


PETUA TERLEKAT TULANG

TIKA SEDANG ENAK MENYUAP NASI TERASA LAUK IKAN YANG BERGUMPAL DI DALAMNYA TAK LEPAS HENDAK DITELAN...SEBAB TERASA ADA TULANG YANG TERSENGKANG DI KERONGKONG...SIKSA SANGAT TU...MAHU MENITIS AIR MATA.....KALAU HENDAK TERJADI WALAU KITA BERHATI-HATI PUN TETAP JUGA BERLAKU.
KALAU PI YANG TERKENA SITUASI BEGINI PI AKAN RENDAM IBU JARI DALAM AIR LALU MINUM...INSYAA-ALLAH LOLOS TULANG TU TAK MENYENGKANG LAGI...PETUA LAMA TU KONONNYA HANYA KELEBIHAN MEREKA YANG DILAHIR MENYONGSANG MACAM PI.

TAPI DALAM KEADAAN TERDESAK TENTU SUKAR BERTEMU MEREKA YG LAHIR SECARA SONGSANG  UNTUK MOHON PERTOLONGAN

Antara petua yg boleh diguna pakai.. cubalah..

1 - Minum satu sudu minyak zaitun untuk melincirkan tisu-tisu sekeliling kerongkong. Dengan ini tulang yang tersekat akan mudah keluar.

2- Masukkan sedikit garam ke dalam secawan air suam dan minum sekerap mungkin sehingga tulang tidak lagi melekat pada tekak.

3- Masukkan sedikit buah pisang ke dalam mulut. Kulum dan biarkan sehingga cairan terhasil dalam mulut kemudian telan perlahan-lahan.

Minum juga sedikit air untuk memudahkan tulang yang tersekat keluar bersama buah pisang yang ditelan tadi.

4- Salah satu petua tercekik tulang adalah dengan menggunakan cuka.

Minum satu sudu cuka makan untuk mengeluarkan tulang yang tersekat.

5- Sapu lepa kacang pada roti dan biarkan dalam mulut beberapa minit sehingga air liur berkumpul disekelilingnya. Telan perlahan-lahan agar tulang yang tersekat akan tertanggal bersama roti.

Yang ini kalau tak tercekik pun memangsedap dimakan!

6- Makan segenggam kacang. Tak kisahlah apa-apa jenis kacang. Sebab anda akan makan dalam kuantiti yang kecil saja.

Teksturnya yang keras membantu menanggalkan tulang yang tersekat.

kalau tak juga berhasil, kenalah jumpa doktor. 

shared

Thursday, 4 October 2018

CERITA SEDIH..AL-FATIHAH

ASSALAMUALAIKUM

AL-FATIHAH..DARIPADA-NYA KITA DATANG KEPADA-NYA KITA KEMBALI
Anggota terbabit, Mohd Fatah Hashim, 34; Izzatul Akma Wan Ibrahim, 32 ; Mazlan Omar Baki, 25 dan Yahya Ali, 24 dari Balai Bomba dan Penyelamat (BBP) Pelabuhan Klang.
Dua lagi anggota bomba yang meninggal dunia dari BBP Shah Alam iaitu Adnan Othman, 33 dan Muhammad Hifdzul Malik Shaari, 25.

SERDANG - Enam anggota Pasukan Penyelamat Di Air (PPDA) yang lemas sewaktu operasi pencarian dilihat bergelut di kawasan pusaran air yang deras sebelum peralatan menyelam berputar dan gagal keluar dari pusaran.
Ketua Pengarah Jabatan Bomba Dan Penyelamat Malaysia, Mohammad Hamdan Wahid berkata, dalam operasi pencarian remaja lelaki yang terjatuh ke dalam lombong, pasukan penyelamat yakin mangsa mungkin berada di kawasan pusaran air.
"Mereka percaya mangsa mungkin berada di kawasan satu pusaran air, jadi sebab itu mereka pergi ke situ dan menyelam ke dasar.
"Kemudian mereka dilihat bergelut dengan arus deras yang menyebabkan mereka berpusar sekali dengan peralatan, menyebabkan mereka tidak boleh keluar dari pusaran itu.
"Anggota lain yang berada di tebing kemudiannya berusaha cuba mengeluarkan mereka dan membawa naik ke darat sebelum diberikan rawatan kecemasan, malangnya kesemua mereka disahkan meninggal dunia," katanya kepada pemberita di Hospital Serdang.
Hadir sama, Menteri Perumahan dan Kerajaan Tempatan Malaysia, Zuraida Kamaruddin serta Adun Balakong, Wong Siew Ki.
Selain itu, Mohammad Hamdan tidak menolak hujan lebat sejak petang semalam menyebabkan pusaran air serta arus deras di lombong berhampiran Taman Putra Perdana itu.
Namun, katanya siasatan lebih terperinci akan dilakukan oleh pihaknya.
Sementara itu, Mohamad Hamdan mengesahkan operasi pencarian mangsa lelaki yang dipercayai terjatuh ke dalam lombong masih diteruskan.
"Pasukan kita masih berada di lokasi dan operasi pencarian akan diteruskan," katanya.

Wednesday, 3 October 2018

HARIMAU BELANG SOMBONG...

ASSALAMUALAIKUM...

KALI NI PI BERKONGSI CERITERA DI DALAM LEMBARAN MAJALAH  DEWAN PELAJAR DBP EDISI OKTOBER 018 DENGAN PENULIS DIKNA/SEKULEY KOPI DLL BERSAMA KARYA MASING-MASING.

ALHAMDULILLAH...TERIMA KASIH EDITOR DEWAN PELAJAR DBP ATAS KESUDIAN MENERBITKAN HARIMAU BELANG SOMBONG, CERITA RAKYAT TULISAN PI DAN LEMPENG ATAU PANKEK, CERPEN DIKNA SAHABAT PENULIS PI.

BOLEHLAH PAKAT-PAKAT BELI MAJALAH DEWAN PELAJAR UNTUK BACAAN ADIK-ADIK, ANAK-ANAK DAN IBUBAPA JUGA SEBAGAI WAHANA BIMBINGAN DAN AMAT BERMENFAAT JUSTERU ILMU YANG KEDAPATAN DI DALAMNYA TURUT MEMBANTU




Tuesday, 2 October 2018

SELAMAT DATANG

ASSALAMUALAIKUM...

SELAMAT DATANG KEPADA TIGA FOLLOWERS BARU KARYAKU...ALHAMDULILLAH.
TERIMA KASIH BANYAK ATAS KESUDIAN MENJALIN UKHWAH DALAM KELARGA KARYAKU...MOGA KITA SALING MEMBERI MENFAAT DALAM KEBERSAMAAN KITA  INSYAA-ALLAH.

dikya
DIKYA
Pengedar Sah Shaklee
PENGEDAR SAH SHAKLEE
 Cik Suerin
SUE RIN

JIKA INGIN BERINTERAKSI DENGAN BLOGERP-BLOGGER MUDA YANG COMEY LOTE II BOLEHLAH KLICK PIC MEREKA YANG TERTERA DI SIDEBAR...MUDAH SAJA...BERSELITURAHIM MERAMAIKAN KAWAN AMALAN YANG DITUNTUT AGAMA.

MyBloglist