SYAIR TUN FATIMAH
Bersyair bermadah kisah lama,
bermukaddimah dengan saksama,
citra sejarah tak pernah lupa,
kisah menarik terkedu kata.
Tun Fatimah nama lagenda,
dalam ingatan diri wanita,
tabah berani semangat waja,
hadapi duga rintang hidupnya.
Serikandi Melaka ulung agung,
cabaran hidup tinggi menggunung,
menjadi mangsa fitnah membusung,
seisi keluarga habis dipancung.
Sedih dirinya menanggung duka,
ayahandanya dibunuh luka,
termasuk suaminya tercinta,
jua semua adik beradiknya.
Konon dituduh persiap diri,
hendak menjadi sultan negeri,
merampas kuasa kabar diperi,
dengan biaya emas berkati.
Tun Fatimah usaha membongkar,
mencari bukti hingga ke akar,
segala punca cari selongkar,
akhir terbukti fitnah menggegar,
Bukan mudah usaha Tun Fatimah,
mencari bukti dengan berhemah,
di depan sultan hadap pemfitnah,
penyebar angkara sebab musibah.
Bukti nyata tak dipertikai,
Tun Fatimah amat pandai,
puteri ayu bijak menilai,
sukar disanggah diterima pakai.
Sultan Melaka rasa bersalah,
menjatuh hukum pada pesalah,
penyebar fitnah terima padah,
setimpal dengan apa dimadah.
Tun Fatimah permaisuri sultan,
gelaran “Tun Kudu” diberikan,
tanda kasih dan penghormatan,
kepada suri tegar cekalan.
Berakhir sudah syair digubah,
moga dimanfaati akan kisah,
jadi semangat mengusir resah,
apa masalah diusai Allah.
Jiwa Tun Fatimah jiwa kersani,
tabah ujian hati berani,
walau menangis sabar hadapi,
berkeluh kesah tidak sekali.
PARIDAH ISHAK
Selayang Utama
09/10/018












