ASSALAMUALAIKUM
JEREBU HUJAN MALAM
.
Hujan rintik-rintik mersik halus
basah tanah gersang gugur
rahmat
irama lagu sekata mulus
dingin sepi malam gelap
amat
.
Selimut membungkus dingin diri
tangis langit masih jatuh
rata
limpah keruh lupus lembah puri
bangkit langkah langgas
gerak serta
.
Angkut mencapai
semampu pantas
harung banjir kilat tiba
terjah
redah berani arusnya pintas
simpan ngeri bergalur di wajah
.
Berarak mega di langit mendung
sekian waktu jerebu landa
langkahan mara sukar merundung
spora debu masih jua ada
.
Gelap kelam cuaca
temaram
Isyarat alam
mencitra kisah
pandangan jauh
terhalang suram
mengalaminya gelut gelisah
BADAI LALU
.
Menabur
angin menuai badai
tanah
beradat dilanda debar
lerai
simpulan memandai-mandai
bicara
kalut fitnah disebar
.
Tiada
cakna kerumitannya
citra
sebenar bukan begitu
angkara
khilaf memahaminya
kemulut
kusut dibelit buntu
.
Aturan
asal cuba dibuang
tikai
segala telingkah terus
undang
luaknya bulat perjuang
tekad
berada di jalan lurus
.
Percikan api bahang membara
biar
menyala bakar emosi
rentunglah
hati jantung negara
mudarat
rata segenap sisi
.
Usaha
padam segala resah
cerana
aqil bijak bestari
siraman
embun dingin membasah
keruh
dibuang jernih berseri

No comments:
Post a Comment
Terima kasih bersama Karyaku...Paridah Ishak. Komen anda amat dihargai... “Semoga Allah SWT akan membalas dirimu dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas dengan balasan yang terbaik.”