Monday, 11 May 2026

PUTERI LAILA MENCHANAI

 

ASSALAMUALAIKUM



PUTERI LAILA MENCANAI

.

Awal bismillah bermula peri

syair berlagu kisah puteri,

Laila Menchanai wajah berseri,

serlah jelita pesona diri,

.

Sudah tersurat bertemu sultan,

jelmaan rumpai buih lautan,

dihulur tangan kemas pautan,

lalu bernikah jelas ikatan.

.

Sultan Bolkiah kini imamnya,

berbahagia amat hidupnya,

menganyam kasih jelas sayangnya,

cinta sejati jalin sungguhnya.

.

Laila Menchanai gemar menyulam,

kisah berlaku suatu malam,

suami ralit pandang berbalam,

isteri riba tatang pualam.

.

Puteri pilu dirundung hiba,

tidaklah sedar mudarat tiba,

jarum yang hikmat menjadi reba,

tertusuk suami atas riba.

.

Bisanya jarum tawar tak lalu,

mangkatlah sultan lantaran ngilu,

Laila Mencanai menangis pilu,

tega nyawanya cabut selalu.

.

Tikam dirinya hai dengan keris,

darah berjurai perut digaris,

makam Selarong nisan sebaris,

setia cinta duka menghiris.

.

Syair berakhir di sini saja,

kalam perawi ilham menguja,

cerita puteri juga raja,

melipur lara hati yang durja,

No comments:

Post a Comment

Terima kasih bersama Karyaku...Paridah Ishak. Komen anda amat dihargai... “Semoga Allah SWT akan membalas dirimu dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas dengan balasan yang terbaik.”

MyBloglist