ASSALAMUALAIKUM
PUTERI LAILA MENCANAI
.
Awal bismillah bermula peri
syair berlagu kisah puteri,
Laila Menchanai wajah berseri,
serlah jelita pesona diri,
.
Sudah tersurat bertemu sultan,
jelmaan rumpai buih lautan,
dihulur tangan kemas pautan,
lalu bernikah jelas ikatan.
.
Sultan Bolkiah kini imamnya,
berbahagia amat hidupnya,
menganyam kasih jelas sayangnya,
cinta sejati jalin sungguhnya.
.
Laila Menchanai gemar menyulam,
kisah berlaku suatu malam,
suami ralit pandang berbalam,
isteri riba tatang pualam.
.
Puteri pilu dirundung hiba,
tidaklah sedar mudarat tiba,
jarum yang hikmat menjadi reba,
tertusuk suami atas riba.
.
Bisanya jarum tawar tak lalu,
mangkatlah sultan lantaran ngilu,
Laila Mencanai menangis pilu,
tega nyawanya cabut selalu.
.
Tikam dirinya hai dengan keris,
darah berjurai perut digaris,
makam Selarong nisan sebaris,
setia cinta duka menghiris.
.
Syair berakhir di sini saja,
kalam perawi ilham menguja,
cerita puteri juga raja,
melipur lara hati yang durja,

No comments:
Post a Comment
Terima kasih bersama Karyaku...Paridah Ishak. Komen anda amat dihargai... “Semoga Allah SWT akan membalas dirimu dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas dengan balasan yang terbaik.”