Saturday, 5 September 2026

PERJALANAN PERIH

 ASSALAMUALAIKUM


PERJALANAN PERIH
.


Menapak aspal mengeram haba, menjunjung bahang mentari langit siang, mengendong rindu, mengheret perih luka kaki tua menuju rimba hidup wujud. Masih jauh. Kadang terhenti keliru arahnya. Terkapa-kapa, termangu-mangu.
“Mari ikut bersamaku ke syurgaloka di-sana.” Sapa suara lunak sisinya.
“Kamu siapa?”
“Aku Suria.”
“Aku Indah.”
“Tidak mengapalah. Biarlah aku teruskan kembara alam madani, berkelana, menyusuri ceruk liku pinggiran lebuh menuju akhir hidupku sambil bertasbih tiap saat seiring denyut nadi. Mereka telah membuangku sebelah sini lantaran ketakutan kehadiranku.”
“Lupakan mereka. Dunia rimbamu bukan di sana. Daerah lain hijau redup, pulau tengah Tasik Kenyir, nyaman bermandi-manda menunggumu mengakhiri perjalananmu. Marilah Sulong!“

1 comment:

  1. kesian kpd sang gajah yg terpaksa mencari makan di tanah orang kerana habitat asal mereka telah dicerobohi...

    ReplyDelete

Terima kasih bersama Karyaku...Paridah Ishak. Komen anda amat dihargai... “Semoga Allah SWT akan membalas dirimu dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas dengan balasan yang terbaik.”

MyBloglist