بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



kelopak rindu

salju yang gugur mengusap dedaun masa

lambaian dedaunan

menggamit rindu dihati

rindu pada laman berbau daun senduduk

tempat melempar lelah dan amarah

pada nyanyian alam pudar rentaknya

ditelan gerhana waktu

melangkah pada tanah
tiada warna

ruang angkasa kelabu

mentari siang berada di persinggahan yang rapuh

dihempap batu-batu kenangan

ingatan tidak lari dari hatiku

lambaian dedaunan

kian rancak menerbangkan
kelopak kelopak rindu

padamu yang jauhnya berbatu-batu...

dingin kasihmu membeku

seluruh jejak hilang arah

seluruh maya pun sepi

memandang pada tembok lukisan silam

indah hanya tinggal buih-buih

angin membawa kenangan
kepadamu

sesepi kembara nan kosong.
 
NUKILAN
KEJORA HATI



AKU YANG BERHARAP

Lelah sudah aku menanti

Di anjung harapan ini

Akan bertamukah

wajah bahagia yang kudamba

Akan berlalukah semilir duka yang bertandang

Atau...

Selamanya aku akan terus di sini

Menunggu dan menunggu

Dengan sekelumit ketabahan

Pada sebuah penantian

Tanpa penghujung....

Tanpa kepastian....

Untuk hari esok jua sesudahnya

Dengan itu

Kupujuk resah jiwa

Kubungkus rasa kecewa

Gugurlah gerimis damai

Beraraklah awan derita

Mengusung pedih lara ini

Selamat tinggal nestapa

Terbitlah fajar ceria

Muncullah mentari bahagia

Lantaran..

Telah lamaku di sini

Menanti hadirmu

Agar esok tiada lagi nyanyian derita

Bersenandung pilu di ufuk rasa

Mengalun sendu di danau sukma.

Akan berakhirkah segalanya di sini

Akan tertunaikah impian dan harapan

Akan termakbulkah doaku

Sesungguhnya...

Engkau jualah Yang Maha Tahu

Lantas...

Aku pasrah pada qado' dan qadar Mu


NUKILAN
KEJORA HATI..
1

Terima kasih bersama Karyaku...Paridah Ishak. Komen anda amat dihargai... “Semoga Allah SWT akan membalas dirimu dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas dengan balasan yang terbaik.”