بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Senja

petang yang indah ini
hatiku gundah...
senja memanggilku bersamanya lagi..
rutin ajali takdirku di senja ini...
ingin ku pergi darimu senja
tapi aku terikat dikaki langit.. menari akan tintanya hatiku yang lara

senja
tampaku tak akan indah tampa tarian pesona arora jinggaku
senjamu akan kelam
tampa legenda disini
aku terus menari dan menari hingga waktu menolakku ketepi..
disini aku menari tinta gurindam duka..
alunan irama serunai waruna untuk santapan mata jiwanya
aduhai jagad

tapi siapa yang mengerti akan hatiku
lembayung disini pujian hanya topeng semata-mata tarian tintaku membuat banyak hati yang iri
iri dihati bidadari-bidadarimu..

wahai senja...
apakah bisa kau kembalikan aku ke rimba belantara... biarkan aku disana...
di rimba hijau menikmati ketenangan jiwaku
biarkan aku di sana...
di rimba redup menari dengan hati yang tenang dan damai
biarkan aku di sana ...
di rimba yang riang menari dengan iringan alunan irama alam
biarkan aku disana..
di rimba yang damai
menari menebar sariku di dedauan pohon-pohon hinggap jentayu..
di sana hatiku damai tak akan terguris lagi
disana tiada bidadari yang iri padaku lagi
di sana aku bisa terus menari tampa tersakit

Terima kasih bersama Karyaku...Paridah Ishak. Komen anda amat dihargai... “Semoga Allah SWT akan membalas dirimu dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas dengan balasan yang terbaik.”